LIPUTAN MALANG – Peringatan Hari Kartini dimaknai secara lebih substansial oleh Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang, dengan tidak sekadar seremonial dalam balutan kebaya atau busana tradisional, kampus ini menegaskan pentingnya menghadirkan nilai-nilai perjuangan R.A. Kartini dalam praktik nyata di lingkungan akademik.
Melalui berbagai program dan kebijakan, UIBU berupaya menciptakan ruang yang inklusif dan setara bagi perempuan, khususnya dalam mengakses pendidikan, mengembangkan potensi, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan kampus.
Komitmen ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya akademik yang responsif terhadap isu kesetaraan gender.
Rektor UIBU, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini harus menjadi refleksi bersama, bukan sekadar rutinitas tahunan.
“Mayoritas civitas akademika di UIBU adalah perempuan. Kondisi ini harus diiringi dengan penguatan kapasitas, kemandirian, serta keberanian mereka untuk tampil dan berkontribusi di ruang publik,” ungkapnya.
Nurcholish menambahkan bahwa kampus memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap perempuan memperoleh kesempatan yang sama dalam meraih prestasi dan posisi strategis.
Sebagai kampus yang dikenal dengan julukan Universitas Ibu, UIBU menjadikan identitas tersebut sebagai pijakan dalam merancang berbagai program pemberdayaan.
Implementasi nilai-nilai Kartini diwujudkan melalui penguatan peran mahasiswi dalam organisasi kemahasiswaan, peningkatan prestasi akademik, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan penelitian, pengabdian masyarakat, hingga forum-forum ilmiah.
Selain itu, mahasiswa perempuan juga didorong untuk lebih berani menyampaikan ide, kritik, dan gagasan dalam berbagai forum diskusi maupun pengambilan keputusan di tingkat organisasi.
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa langkah-langkah tersebut bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari strategi jangka panjang kampus dalam mencetak generasi perempuan yang tangguh dan berdaya saing.
Melalui momentum Hari Kartini ini, UIBU berharap nilai-nilai emansipasi terus hidup dan berkembang dalam setiap proses pendidikan yang dijalankan.
“Kami ingin perempuan di UIBU tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk memimpin, berinovasi, dan mengambil peran penting dalam masyarakat. Inilah esensi dari semangat Kartini yang kami coba hadirkan dalam dunia pendidikan,” pungkasnya.
