Liputan Malang.Com – Himpunan Saudagar Mahasiswa Indonesia (HISMI) resmi menetapkan pucuk pimpinan baru. Melalui Musyawarah Nasional (Munas) III yang digelar di Meeting Room Minaloka, UPT PMP2KP Surabaya pada Minggu 25 Oktober 2026, Shaquille Izaz Savero terpilih sebagai Presiden Badan Pengurus Pusat (BPP) HISMI periode 2026–2028.
Munas III menjadi forum tertinggi organisasi yang tidak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga ruang konsolidasi untuk memperkuat arah gerak HISMI sebagai ekosistem kewirausahaan mahasiswa yang berdaya saing, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Terpilihnya Shaquille diharapkan menjadi energi baru bagi penguatan peran HISMI sebagai wadah pengembangan saudagar mahasiswa di seluruh Indonesia. Fokusnya tidak hanya memperluas jejaring bisnis, tetapi juga meningkatkan kapasitas kewirausahaan dan menciptakan peluang usaha yang berdampak bagi masyarakat.
Shaquille Izaz Savero merupakan mahasiswa Binus University Malang yang dikenal sebagai Founder Sorabriks dan pelaku usaha di bidang _property agency_. Kiprahnya di dunia bisnis sejak bangku kuliah menjadi modal penting untuk memimpin organisasi pengusaha muda ini.
Dalam menjalankan kepemimpinan BPP HISMI 2026–2028, Shaquille akan didampingi oleh A. Jawahirul Ardli A. sebagai Wakil Presiden. Ardli merupakan mahasiswa STAINIM Sidoarjo dan Founder AJAA Group yang bergerak di bidang _food and beverage_ serta layanan jasa.
Sementara itu, posisi Sekretaris Jenderal BPP HISMI dipercayakan kepada Nazheev Ilmi Haqqi, mahasiswa Universitas Airlangga sekaligus Co-Founder http://Legalkuy.id yang bergerak di bidang layanan legal dan korporasi.
Formasi lintas kampus ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi, memperluas perspektif kewirausahaan, serta mendorong pengelolaan organisasi yang semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan dunia usaha.
Presiden BPP HISMI periode 2024–2026, Agung Andika Nugroho Wicaksono, menyampaikan bahwa pergantian kepemimpinan adalah keberlanjutan perjuangan, bukan sekadar pergantian jabatan.
“Harapan saya, siapa pun yang terpilih menjadi Presiden HISMI harus mampu mengemban amanah dengan sebaik-baiknya, menjaga kepercayaan yang telah diberikan, serta menghadirkan gebrakan dan inovasi baru bagi organisasi. Setiap kepengurusan memiliki tantangan dan zamannya masing-masing,” ujar Agung.
Ia menegaskan, capaian kepengurusan sebelumnya harus menjadi fondasi untuk melahirkan inovasi baru. Keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari program kerja yang terlaksana, tetapi dari manfaat yang dirasakan anggota dan keberlanjutan gerakan.
“Bagi saya, estafet kepemimpinan bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan keberlanjutan perjuangan. Presiden yang baru diharapkan mampu memperkuat solidaritas, memperluas jejaring, membuka lebih banyak peluang usaha bagi saudagar mahasiswa, serta memastikan HISMI terus bertumbuh dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Di bawah nahkoda baru, Shaquille Izaz Savero membawa visi untuk mewujudkan HISMI sebagai ekosistem saudagar mahasiswa Indonesia yang berdaya saing, kolaboratif, dan berkelanjutan, serta mampu melahirkan wirausaha muda yang mandiri dan berdampak nyata.
Di tengah dinamika dunia usaha yang semakin kompetitif, saudagar mahasiswa dituntut memiliki lebih dari sekadar semangat berwirausaha. Kapasitas manajerial, kemampuan beradaptasi, akses pasar, dan kolaborasi menjadi faktor penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, HISMI diharapkan mampu mengambil peran strategis sebagai penghubung antara mahasiswa pelaku usaha, pengusaha, dunia industri, komunitas bisnis, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dengan slogan perjuangan _“Dari Jejaring Menjadi Peluang, dari Peluang Menjadi Pertumbuhan, dan dari Pertumbuhan Menjadi Dampak Nyata bagi Indonesia,”_ kepengurusan baru BPP HISMI periode 2026–2028 optimistis membawa HISMI melangkah lebih jauh, lebih progresif, dan semakin kokoh sebagai motor penggerak wirausaha muda Indonesia. (Yub).
