BeritaWakil Rakyat

Digitalisasi Ruang Publik: DPRD Malang Tekan Tombol “Refresh” untuk Program WiFi Gratis

Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono

LIPUTANMALANG – Ambisi Kota Malang bertransformasi menjadi Smart City sejati kini memasuki babak baru. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang secara resmi mendorong Pemerintah Kota untuk menghidupkan kembali dan mengoptimalkan fasilitas WiFi gratis di berbagai titik strategis. Bukan sekadar akses hiburan, langkah ini dipandang sebagai mesin penggerak ekonomi kreatif dan pusat pembelajaran bagi ribuan mahasiswa di Kota Pendidikan ini.

Belajar dari Evaluasi Pasca-Pandemi
Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, mengingatkan bahwa infrastruktur digital sebenarnya bukan barang baru di Malang. Saat pandemi melanda, 551 titik WiFi sempat tersebar di tingkat RW untuk menyokong sekolah daring. Namun, seiring meredanya krisis, efektivitasnya menurun dan menyisakan beban anggaran.

“Dulu basisnya RW karena kebutuhan darurat pendidikan. Sekarang, kita harus lebih cerdas. Infrastruktur digital harus menjadi pengungkit ekonomi, bukan sekadar fasilitas yang mubazir,” ungkap Trio, Jumat (20/2/2026).

Untuk menghindari pemborosan APBD, DPRD menyodorkan beberapa strategi alternatif:

* Prioritas Ruang Publik: WiFi gratis disarankan berfokus pada taman kota dan ruang terbuka hijau (RTH) seperti Alun-alun Merdeka, yang menjadi titik kumpul komunitas kreatif.
* Kolaborasi Non-APBD: Mendorong keterlibatan pihak swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) dari penyedia layanan internet (provider).
* Gerakan dari Bawah: Melalui program “RT Berkelas”, warga bisa mengajukan usulan mandiri yang lebih tepat sasaran, seperti untuk pemberdayaan UMKM lokal.

Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, menyambut baik usulan ini. Menurutnya, kesadaran yang muncul dari aspirasi warga (bottom-up) akan membuat fasilitas tersebut lebih terawat dan berguna. “Jika tujuannya jelas untuk UMKM atau pendidikan, tentu kami dukung agar perencanaan matang dan tidak sia-sia,” jelasnya.

Meski mendorong perluasan akses, Trio Agus memberikan catatan tebal mengenai literasi digital. Tanpa pengawasan dan edukasi, akses internet gratis berisiko disalahgunakan untuk hal-hal negatif yang meresahkan masyarakat.

“Kuncinya adalah kemanfaatan. Selama digunakan untuk meningkatkan kapasitas diri dan memudahkan akses pendidikan, kami akan terus mengawal agar fasilitas ini tersedia dan terawat,” tegas Trio.

PAGE TOP
Exit mobile version