LIPUTANMALANG – Gagasan Pemerintah Kota Malang untuk membangun fasilitas sky walk di kawasan Kajoetangan Heritage mulai menuai perhatian serius dari DPRD Kota Malang. Proyek tersebut dinilai perlu dikaji secara mendalam agar tidak berujung pada kegagalan yang justru merugikan daerah.
Wakil Ketua II DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, mengingatkan bahwa sejumlah proyek serupa di daerah lain pernah mengalami masalah, bahkan terbengkalai setelah dibangun. Ia mencontohkan pengalaman di Kota Bandung sebagai bahan refleksi sebelum proyek serupa dijalankan di Malang.
“Jangan sampai kita mengulang kesalahan yang sama. Ada contoh proyek yang akhirnya tidak terawat dan justru menimbulkan persoalan baru, termasuk potensi kriminalitas,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Selain itu, Trio juga menyoroti kondisi fasilitas publik yang sudah ada di kawasan tersebut, seperti jembatan penyeberangan orang (JPO) di Kajoetangan yang kerap terlihat kurang terawat. Hal ini, menurutnya, menjadi indikator bahwa aspek pemeliharaan masih perlu diperbaiki.
“Kalau fasilitas yang ada saja belum optimal dalam perawatan, maka proyek baru harus benar-benar dipastikan kesiapan pengelolaannya,” tegasnya.
DPRD pun mendorong agar Pemkot Malang tidak tergesa-gesa dalam merealisasikan proyek tersebut. Kajian yang komprehensif, termasuk analisis potensi risiko dan strategi pengelolaan jangka panjang, dinilai menjadi syarat mutlak sebelum pembangunan dimulai.
Trio menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak rencana pembangunan tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap proyek harus disiapkan secara matang agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kami tidak melarang, tetapi harus melalui perencanaan yang detail. Jangan sampai anggaran besar dikeluarkan, tetapi hasilnya tidak optimal,” katanya.
Ia juga menyoroti aspek pembiayaan yang harus transparan dan tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, kejelasan skema pendanaan menjadi hal penting sebelum proyek dijalankan.
“Harus jelas sumber pembiayaannya, apakah bantuan atau skema lain. Jangan sampai justru menjadi beban keuangan daerah,” ujarnya.
DPRD Kota Malang berharap, jika proyek ini direalisasikan, sky walk Kajoetangan dapat menjadi fasilitas publik yang fungsional, terawat, dan benar-benar mendukung pengembangan kawasan heritage serta aktivitas masyarakat.















