LIPUTANMALANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang menjadi momentum reflektif sekaligus penuh harapan bagi masa depan pendidikan.
Ketua Fraksi PKB, Saniman Wafi yang juga menjabat Sekretaris Komisi D DPRD Kota Malang menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks.
Hal itu disampaikan usai mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-112 dan Paripurna DPRD Kota Malang. Rabu (1/4/2026).
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, perhatian terhadap kondisi psikologis pelajar dan mahasiswa menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
“Momentum HUT ini harus menjadi pengingat bahwa pendidikan kita tidak hanya soal nilai, tetapi juga tentang bagaimana anak-anak kita tumbuh dengan sehat secara mental dan emosional,” ujarnya.
Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir, fenomena tekanan mental di kalangan mahasiswa menjadi perhatian serius.
Namun di balik tantangan tersebut, ia melihat adanya peluang besar untuk melakukan pembenahan sistem pendidikan yang lebih mengarah pada pendampingan psikologis.
“Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Harus ada langkah konkret untuk memastikan adik-adik kita mendapatkan pendampingan yang memadai, baik secara akademik maupun psikologis,” tegasnya.
Lebih jauh, Mas Wafi, sapaan akrab kader muda PKB tersebut menekankan pentingnya pendidikan moral dan etika sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Mas Wafi meyakini bahwa pendidikan yang kuat adalah pendidikan yang mampu membentuk karakter, empati, serta ketahanan diri dalam menghadapi tekanan hidup.
“Kita ingin Kota Malang benar-benar menjadi rumah belajar yang aman, nyaman, dan membangun karakter generasi masa depan,” katanya optimistis.
Sebagai langkah nyata, Komisi D DPRD Kota Malang mendorong optimalisasi peran satuan tugas (satgas) kesehatan mental di setiap lembaga pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Ketua Fraksi PKB itu menilai, satgas harus hadir tidak sekadar sebagai pelengkap administrasi, melainkan menjadi garda terdepan dalam memberikan pendampingan yang nyata dan berkelanjutan.
“Jangan hanya formalitas membentuk satgas. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh siswa maupun mahasiswa,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, ia berharap HUT ke-112 ini menjadi titik awal lahirnya kebijakan dan program inovatif di sektor pendidikan.
“Dengan semangat kebersamaan, Kota Malang diharapkan terus melangkah maju sebagai kota pendidikan yang siap mencetak generasi emas 2045 generasi yang unggul, sehat, dan berdaya saing global,” pungkasnya.
