Example floating
Example floating
Berita

Saat Kuliner Legendaris Bertemu Akses Permodalan, Warung Soto H. Fauzi Terus Berkembang Bersama BRI

×

Saat Kuliner Legendaris Bertemu Akses Permodalan, Warung Soto H. Fauzi Terus Berkembang Bersama BRI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SITUBONDO – Bagi banyak pelaku usaha mikro, tantangan terbesar bukanlah memulai usaha, melainkan mempertahankannya agar terus tumbuh. Di Kabupaten Situbondo, Warung Soto H. Fauzi menjadi contoh bagaimana usaha kuliner tradisional mampu bertahan lebih dari enam dekade dengan menggabungkan kekuatan warisan keluarga dan dukungan akses pembiayaan yang berkelanjutan.

Didirikan pada 1960 di kawasan depan Pabrik Gula Panji, Warung Soto H. Fauzi telah melewati berbagai dinamika ekonomi dan perubahan perilaku konsumen. Meski demikian, usaha yang kini dikelola Munawaroh sebagai generasi keempat keluarga pendiri tetap mampu menjaga eksistensinya sebagai salah satu tujuan kuliner khas Situbondo.

Regenerasi menjadi salah satu kunci keberlangsungan usaha tersebut. Di tangan generasi penerus, Warung Soto H. Fauzi tidak hanya mempertahankan resep yang diwariskan keluarga, tetapi juga melakukan pengembangan usaha agar mampu bersaing di tengah industri kuliner yang semakin kompetitif. Salah satu langkah yang ditempuh adalah membuka cabang di Jalan Ahmad Yani, Situbondo, pada 2005 untuk memperluas jangkauan pasar.

Namun, ekspansi usaha membutuhkan fondasi permodalan yang kuat. Karena itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI hadir mendampingi perjalanan bisnis Warung Soto H. Fauzi melalui berbagai skema pembiayaan.

Kemitraan itu dimulai pada 2015 ketika Warung Soto H. Fauzi memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai tambahan modal pengembangan usaha. Dua tahun berselang, usaha tersebut kembali mendapatkan dukungan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) sebesar Rp50 juta. Seiring meningkatnya kebutuhan usaha, plafon pembiayaan KUR yang dimanfaatkan kini mencapai Rp200 juta.

Tak hanya dari sisi pembiayaan, Warung Soto H. Fauzi juga memanfaatkan layanan perbankan BRI dalam mendukung operasional bisnis sehari-hari. Integrasi pembiayaan dan layanan transaksi tersebut menjadi bagian dari strategi pengelolaan usaha yang lebih modern dan efisien.

Hasilnya, kapasitas usaha terus meningkat. Saat ini Warung Soto H. Fauzi mampu membukukan omzet rata-rata sekitar Rp15 juta setiap hari dengan melibatkan 22 tenaga kerja. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa akses permodalan yang tepat dapat menjadi katalis bagi UMKM untuk meningkatkan skala usaha sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitarnya.

Pemimpin Cabang BRI Situbondo, Ary Juwono, mengatakan penguatan sektor UMKM merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“BRI percaya bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Warung Soto H. Fauzi menjadi contoh nyata bagaimana akses pembiayaan yang tepat dapat mendorong pelaku usaha untuk terus berkembang, membuka lapangan pekerjaan, serta menjaga keberlangsungan usaha yang telah diwariskan lintas generasi. BRI akan terus hadir sebagai mitra bagi UMKM melalui pembiayaan, pendampingan, dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha,” ujarnya.

Munawaroh mengatakan dukungan pembiayaan dari BRI memberikan ruang bagi usahanya untuk meningkatkan kapasitas tanpa menghilangkan nilai utama yang menjadi identitas Warung Soto H. Fauzi selama puluhan tahun.

“Sejak menjadi nasabah BRI, kami merasakan manfaat pembiayaan yang membantu pengembangan usaha, mulai dari penambahan fasilitas, peningkatan kapasitas produksi, hingga penguatan modal kerja,” katanya.

Menurutnya, tambahan modal tersebut memungkinkan usaha keluarga itu terus menjaga kualitas cita rasa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan yang terus bertambah.

“Dukungan tersebut membuat kami dapat terus menjaga kualitas cita rasa yang telah diwariskan keluarga sekaligus memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. Kami juga bersyukur usaha ini dapat terus berkembang dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Perjalanan Warung Soto H. Fauzi menjadi gambaran bahwa daya saing UMKM tidak hanya dibangun dari produk yang berkualitas, tetapi juga dari kemampuan mengelola pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Ketika akses pembiayaan dimanfaatkan secara produktif, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk berkembang, menyerap tenaga kerja, dan tetap bertahan sebagai bagian penting dari penggerak ekonomi daerah.

Example 300250
Example floating
PAGE TOP