LIPUTANMALANG – Kekompakan warga di tingkat lingkungan dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat. Hal itu terlihat dalam kegiatan warga RW 01 Kelurahan Tunjungsekar, Kota Malang, yang menggelar lomba senam kreasi dan yel-yel antar-RT, Minggu (9/8/2026).
Sebanyak 11 RT turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Sejak pagi, warga telah berkumpul untuk memberikan dukungan kepada perwakilan masing-masing lingkungan. Anggota DPRD Kota Malang Rendra Masdrajad Safaat juga hadir dan ikut mengikuti senam bersama warga.
Bagi Rendra, kegiatan semacam itu memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar aktivitas olahraga. Pertemuan warga dalam suasana santai justru membuka ruang untuk memperkuat komunikasi, membangun kedekatan dan menjaga solidaritas antarlingkungan.

“Pagi ini penuh rasa syukur kepada Allah Subhanahu wata’ala. Saya, Rendra Masdrajad Safaat atau yang akrab disapa Jiren, bahagia sekali bisa bertemu bapak, ibu, adek, mas, dan mbaknya semua. Harapan saya semoga acara ini berjalan lancar dan yang paling penting warga Kota Malang bisa sehat bersama. Amin,” ujar Rendra.
Ia melihat kekompakan yang tumbuh dari lingkungan terkecil memiliki peran penting ketika masyarakat menghadapi persoalan bersama. Hubungan yang terbangun antara warga, RT dan RW dapat menjadi modal sosial untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan lingkungan secara kolektif.
“Kebersamaan yang dibangun dari tingkat RT dan RW adalah modal penting bagi masyarakat. Ketika warganya kompak, banyak persoalan lingkungan bisa diselesaikan bersama,” kata Rendra.
Pesan tersebut sekaligus menempatkan gotong royong bukan sekadar aktivitas kerja bersama, melainkan bagian dari kekuatan masyarakat dalam mengelola lingkungan. Semakin kuat komunikasi dan hubungan antarwarga, semakin terbuka pula ruang untuk menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.
Kegiatan di RW 01 Tunjungsekar itu berlangsung hingga siang. Selain lomba senam kreasi dan yel-yel, agenda tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menampilkan kreativitas sekaligus mempererat hubungan antar-RT.
Kegiatan itu juga menggabungkan dua unsur yang saling melengkapi, yakni pola hidup sehat dan kebersamaan sosial. Senam menjadi sarana menjaga kebugaran, sedangkan keterlibatan lintas RT memperkuat interaksi warga di tingkat lingkungan.
Tunjungsekar sendiri memiliki rekam jejak partisipasi masyarakat yang kuat. RW 01 Kelurahan Tunjungsekar tercatat meraih juara III dalam Lomba Kampung Mbois Kota Malang 2025, sebuah ajang yang antara lain mendorong partisipasi warga, gotong royong dan kemandirian lingkungan.
Dalam konteks tersebut, kegiatan warga yang melibatkan banyak RT menjadi gambaran bahwa kekuatan pembangunan lingkungan tidak hanya bertumpu pada program pemerintah. Partisipasi masyarakat dari tingkat paling dekat dengan kehidupan sehari-hari juga menjadi unsur penting dalam membangun lingkungan yang sehat, guyub dan memiliki kepedulian sosial.














