Liputan Malang.Com — Penampilan energik Hadrah Remaja Masjid Babul Hidayah menjadi pembuka sekaligus magnet utama dalam Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 H di RW 04 Kelurahan Tanjungrejo, Kota Malang Jawa Timur, Sabtu (28/8/2026) malam.
Ratusan jamaah memadati jalan utama depan Masjid Babul Hidayah. Tabuhan rebana dan lantunan sholawat dari para remaja mengawali rangkaian acara yang digelar secara akbar untuk pertama kalinya ini.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi Panitia Hari Besar Islam (PHBI) dan Ikatan Remaja Masjid (IRMAS) Babul Hidayah. Perpaduan kekhusyukan ibadah dan kreativitas pemuda sukses menciptakan suasana religius yang hangat dan meriah.
Rangkaian dimulai dengan pembukaan oleh MC, lalu dilanjutkan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Fatoni. Namun sebelum itu, penampilan Hadrah dari remaja masjid sudah lebih dulu mencuri perhatian.
Dengan kompak dan penuh semangat, para remaja melantunkan sholawat diiringi irama rebana. Sorak takbir dari jamaah mengiringi setiap bait, membuat suasana langsung hidup sejak awal.
Hadir dalam majelis ini tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus RT 10, RT 11, RT 14, dan RW 04 Tanjungrejo.
Firdaus Zulkarnain, Ketua IRMAS Babul Hidayah sekaligus Ketua Panitia, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Firdaus menyebut bahwa rangkaian sebelumnya juga telah dilaksanakan khataman Al Qur’an.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran dan ketenangan panjenengan sekalian. Mudah-mudahan kedatangan kita di majelis malam ini menambah rahmat dan taufik Allah SWT untuk lingkungan RW 04 Tanjungrejo,” ujarnya.
Firdaus juga memohon maaf jika ada kekurangan dalam penyelenggaraan perdana ini. Ia berharap semangat pemuda dalam syiar Islam melalui seni Hadrah ini terus dijaga dan dikembangkan.
Usai sesi religius, acara dilanjutkan dengan aksi sosial. Panitia menyerahkan santunan simbolis kepada anak-anak yatim piatu warga RW 04. Penyerahan dipimpin Bapak Heri Hadi Siswanto bersama perwakilan anak yatim di atas panggung.
Kemeriahan kembali memuncak saat Jamaah Remaja Masjid kembali tampil membawakan sholawat, dipadukan tradisi lokal “Cabutan”. Saat qasidah _Thola’al Badru ‘Alayna_ dilantunkan dan diiringi suara petasan, warga berebut mengambil doorprize yang disiapkan panitia. Tawa dan suka cita pecah di sepanjang jalan.
Acara ditutup dengan Mauidhoh Hasanah dan doa bersama oleh Ustadz Achmad Cholid Umar. Dalam ceramahnya, beliau mengajak jamaah meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dan memperkuat silaturahmi antar warga.
Keberhasilan acara ini membuat pengurus Masjid Babul Hidayah, IRMAS, dan tokoh masyarakat berharap Maulid akbar dengan sentuhan pemuda ini bisa menjadi agenda rutin tahunan. Tujuannya untuk terus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi sekaligus menghidupkan peran remaja masjid di tengah masyarakat. (Ozy).














