Liputan Malang.Com – Bagi sebagian orang, predikat wisudawan terbaik adalah puncak dari sebuah perjuangan akademik. Namun tidak bagi Dwi Purwaningtyas. Advokat yang dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Wisnuwardhana (Unidha) Malang pada Wisuda Periode 2026, Sabtu (10/10/2026), itu justru memaknai prestasinya sebagai awal dari jalan pengabdian yang lebih besar.
Dwi tak hanya meraih predikat terbaik, ia juga mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00. Sebuah capaian yang mengukir sejarah baru bagi Unidha Malang.
“Prestasi akademik adalah kontribusi, bukan sekadar nilai. Ilmu hukum harus bisa membantu kita memahami persoalan dengan lebih jernih dan menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi orang lain,” tegas Dwi.
Filosofi itu yang terus ia pegang. Kembali menempuh pendidikan magister di usia yang tak lagi muda bukan perkara mudah. Di tengah kesibukan sebagai advokat, pimpinan perusahaan jasa legal, sekaligus tanggung jawab sebagai single mother dua anak, Dwi harus berjuang keras membagi waktu, energi, dan fokus.

“Saya memilih kembali belajar untuk memperdalam ilmu hukum agar lebih matang dalam menjalankan profesi. Predikat ini menjadi pencapaian yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” tuturnya jujur.
Disiplin tinggi dan ketekunan menjadi kunci. Setiap malam setelah menyelesaikan pekerjaan dan mengurus keluarga, ia masih harus membuka buku, menyusun tesis, dan berdiskusi dengan para dosen.
Kerja keras itu terbayar lunas. Pada wisuda akbar Unidha Malang yang meluluskan 896 wisudawan sarjana dan pascasarjana tersebut, namanya dipanggil sebagai salah satu dari tiga srikandi ber-IPK sempurna 4,00.
Bersama Mela Lavenia dari Magister Manajemen dan Nailur Rohmah dari PBSI FKIP, Dwi menjadi bintang utama dari 15 wisudawan terbaik yang dinobatkan dari enam fakultas.

Namun Dwi tak ingin prestasi itu berhenti sebagai angka di atas ijazah.
Sebagai Pimpinan di Smartindo Alonajaya, perusahaan jasa manajemen perkantoran dan legal corporate yang berkantor di Ruko Citi9 Blok A No.5, Suwayuwo, Sukorejo, Pasuruan, serta sebagai Advokat dan Kuasa Hukum di bidang perpajakan, ia ingin ilmunya menjelma menjadi solusi.
“Banyak persoalan hukum di masyarakat yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan pemahaman yang jernih. Saya ingin ilmu yang saya dapat ini hadir sebagai jalan keluar, bukan sekadar teori,” ujarnya.
Komitmennya pada literasi hukum pun tak perlu diragukan. Alumni S1 Hukum Unidha ini dikenal produktif menulis opini dan naskah akademik. Bersama tim akademisi Magister Ilmu Hukum Unidha, ia melahirkan karya berjudul “Satu Subjek Pajak, Tiga Pemungut Pajak” yang mengkritisi kepatuhan wajib pajak dan konflik kebijakan antara hukum perdagangan dan hukum perpajakan.

Karya lainnya, “Ketika Hukum Adat, Agama, dan Negara Bertemu di Lautan Budaya”, mengupas titik temu hukum adat di tengah dinamika penegakan hukum nasional.
Momen wisuda pun menjadi saksi haru perjuangannya. Dikelilingi sahabat, rekan seprofesi, dan keluarga tercinta, Dwi merayakan kelulusan dengan penuh rasa syukur.
“Terima kasih kepada para dosen, keluarga besar Universitas Wisnuwardhana Malang, dan teman-teman seperjuangan. Bimbingan, doa, dan dukungan kalian menjadi bagian penting dalam penyelesaian studi saya,” ucapnya.
Di akhir, ia menitipkan pesan yang menjadi prinsip hidup dan kariernya, sebuah pesan yang kini ia bawa setelah menyandang predikat terbaik:
“Jadilah SOLUSI di setiap INOVASI dalam profesi kalian. Semoga kita sukses bersama. Aamiin.” (nin).












