Example floating
Example floating
BeritaPendidikan

Lewat Sabar Mase, UIBU Tanamkan Rasa Kekeluargaan Sejak Hari Pertama Kuliah

×

Lewat Sabar Mase, UIBU Tanamkan Rasa Kekeluargaan Sejak Hari Pertama Kuliah

Sebarkan artikel ini
Lewat Sabar Mase, UIBU Tanamkan Rasa Kekeluargaan Sejak Hari Pertama Kuliah. (Dok: Humas UIBU).
Example 468x60

Liputan Malang.Com – Cara Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) menyambut mahasiswa baru patut diapresiasi. Tidak dengan ospek yang identik dengan tekanan, UIBU justru menanamkan rasa kekeluargaan sejak hari pertama kuliah melalui kegiatan Sarapan Bareng Makanan Sehat (Sabar Mase).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian besar Sinau Heppiee yang digelar pada 13–17 Oktober 2026. Dalam suasana santai sambil sarapan bersama, mahasiswa baru diajak untuk saling mengenal, berinteraksi lintas program studi, dan merasa menjadi bagian dari keluarga besar UIBU.

Konsep ini sengaja dihadirkan untuk menghilangkan kesan kaku dan jarak antara mahasiswa baru dengan lingkungan kampus. UIBU ingin memastikan bahwa proses adaptasi berjalan dengan nyaman, hangat, dan penuh kebahagiaan.

Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru UIBU, Dr. Riyanto, M.Pd., mengatakan bahwa filosofi Heppiee menjadi landasan utama dalam menyambut mahasiswa baru tahun ini.

“Melalui Sinau Heppiee dan Sabar Mase, kami ingin menunjukkan bahwa menyambut mahasiswa baru bukan hanya tentang memperkenalkan program studi atau sistem akademik, tetapi juga bagaimana membuat mereka merasa diterima, nyaman, dan menjadi bagian dari keluarga besar UIBU,” ujarnya.

Menurut Riyanto, perasaan diterima dan dihargai menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk memulai perjalanan akademik. Ketika mahasiswa merasa bahagia sejak awal, maka semangat belajar dan kebersamaan akan tumbuh dengan sendirinya.

Lebih dari itu, kegiatan Sabar Mase juga menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai positif yang menjadi budaya kampus UIBU. Di antaranya adalah kepedulian terhadap sesama, sikap saling menghargai perbedaan, serta komitmen bersama untuk menciptakan kampus yang aman.

Riyanto menegaskan, UIBU berkomitmen untuk mencegah segala bentuk perundungan (bullying) dan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Nilai-nilai tersebut ditanamkan sejak awal agar mahasiswa baru tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial.

“Mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan suportif bagi semua,” tambahnya.

Pelaksanaan Sinau Heppiee sendiri melibatkan lintas fakultas dan program studi. Dari Fakultas Eksakta dan Keolahragaan (FEK) hadir mahasiswa Pendidikan Matematika, Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, dan Pendidikan Biologi.

Dari Fakultas Sosial dan Humaniora (FSH) melibatkan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Ekonomi, serta Pendidikan Sejarah dan Sosiologi. Sedangkan dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) melibatkan Teknik Kimia, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro.

Kebersamaan lintas prodi ini menjadi cara efektif untuk membangun jejaring pertemanan sejak dini, sekaligus memperkuat solidaritas antarmahasiswa di lingkungan UIBU.

Rangkaian Heppiee sendiri telah dimulai sejak Ngopi Heppiee pada 17–30 September lalu dan berlanjut ke Sinau Heppiee pada 1–17 Oktober 2026.

Ke depan, UIBU masih akan menggelar rangkaian kegiatan lain yang tak kalah menarik, mulai dari Entrepreneur Heppiee pada 19–31 Oktober, Siakad Heppiee pada 1–12 November, Samba Heppiee pada 21 November, hingga puncaknya International Fun Run Heppiee pada 6 Desember 2026.

Melalui rangkaian yang panjang dan terkonsep tersebut, UIBU ingin menghadirkan pengalaman menjadi mahasiswa yang utuh — tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga tumbuh dalam lingkungan kampus yang dinamis, sehat, penuh kebersamaan, dan membahagiakan. (Yub).

Example 300250
Example floating
PAGE TOP