MALANG – The Changcuters tak sekadar datang untuk menghibur penonton Kota Malang. Band yang telah lebih dari dua dekade mewarnai industri musik Indonesia itu juga membawa materi baru dari album terbaru mereka saat tampil dalam Paradic Fest Volume 3 X Gaung Merah di SM Boomi Carnival Kota Malang, Minggu (13/9/2026) malam.
Bassis The Changcuters, Dipa Nandastyra Hasibuan, memastikan penampilan mereka telah dipersiapkan secara optimal. Selain membawakan lagu-lagu yang sudah dikenal penggemar, The Changcuters akan memperkenalkan sejumlah karya baru kepada penonton Malang.
“Ini spesial buat Paradic Fest. Malam ini kami bawakan lagu-lagu baru dari album terbaru kami. Mudah-mudahan bisa diterima oleh teman-teman yang ada di Malang,” kata Dipa.
Album terbaru tersebut memiliki cerita berbeda dalam perjalanan musikal The Changcuters. Setelah enam album sebelumnya dikerjakan bersama Sony Music, band tersebut kini kembali memilih jalur independen dengan memproduksi album melalui studio dan label mereka sendiri.
“Album ini sangat berkesan buat kami karena kami kembali ke independen setelah enam album kami sebelumnya bekerja sama dengan Sony Music,” jelasnya.
Dipa mengatakan, materi dalam album terbaru itu banyak merefleksikan perjalanan personel The Changcuters selama sekitar 20 tahun berkarya. Karena lahir dari pengalaman panjang tersebut, sejumlah lagu dinilai memiliki sisi personal yang kuat.
Menurutnya, album itu juga menggambarkan fase kehidupan para personel. Ia berharap karya-karya tersebut dapat menjangkau pendengar dari berbagai generasi, termasuk generasi muda yang suatu saat akan menemukan kedekatan dengan cerita dalam lagu ketika memasuki fase kehidupan yang sama.
Kehadiran The Changcuters menjadi bagian dari suguhan Paradic Fest Volume 3 bertajuk “Nyatakan Rasa Khas Legenda”. Selain mereka, festival tersebut menghadirkan Bernadya, for Revenge X TP, Perunggu, Onemorelight dan Polaroid.
Perwakilan penyelenggara Paradic Fest Volume 3 dari Alumni UIN Malang, Fahmi Eksa Sagita, mengatakan pemilihan line up dilakukan dengan mempertimbangkan karakter penonton lintas generasi.
“Jadi konsep awal kami itu ingin eksplor diri. Tahun lalu kami ambil tema tentang mental health, kali ini kami ingin semua bersenang-senang. Kami memilih line up ini sekitar tujuh bulan sebelum acara agar bisa diterima semua segmentasi,” tuturnya.
Paradic Fest tahun ini menjadi penyelenggaraan ketiga dan mendapat dukungan dari Gaung Merah. Fahmi berharap festival tersebut dapat memberikan pengalaman pertunjukan musik yang bisa dinikmati berbagai kelompok usia.
Perwakilan Gaung Merah, Guntur Pramanda, menilai keberadaan The Changcuters menjadi salah satu daya tarik utama karena memiliki karya yang telah dikenal lintas generasi.
“Gaung Merah ini memang merupakan platform untuk mengapresiasi karya musik yang memang melegenda. Jadi ketika ada The Changcuters di festival musik ini, tentu ini akan sangat cocok. Semoga festival ini juga melegenda,” tandasnya.














