Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

UMKM Malang Didukung Go International Lewat Kolaborasi Bea Cukai Jatim II dan HIPMI Kota Malang

×

UMKM Malang Didukung Go International Lewat Kolaborasi Bea Cukai Jatim II dan HIPMI Kota Malang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LIPUTANMALANG — Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur II terus memperkuat kolaborasi dengan kalangan pengusaha muda guna mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu bersaing di pasar global.

Upaya tersebut diwujudkan melalui program Entrepreneur Hub yang digelar bersama HIPMI Kota Malang.

Program ini menjadi ruang sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam meningkatkan kapasitas, memperluas wawasan, serta mempercepat kesiapan UMKM lokal untuk menembus pasar ekspor.

Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur II, Muhamad Lukman, mengatakan Kota Malang memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM kreatif, terutama dari kalangan anak muda.

Karena itu, Bea Cukai bersama HIPMI berupaya menghadirkan pendampingan dan pembinaan yang berorientasi pada penguatan daya saing produk lokal di pasar internasional.

“Entrepreneur Hub menjadi salah satu langkah strategis kami bersama HIPMI Kota Malang untuk mendorong UMKM naik kelas. Banyak pelaku usaha muda di Malang memiliki potensi besar dan perlu didukung agar mampu berkembang hingga pasar ekspor,” ujar Lukman, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, peluang produk Indonesia di pasar internasional masih sangat terbuka. Namun demikian, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi kendala terkait pemahaman prosedur ekspor, administrasi perdagangan, hingga akses pasar luar negeri.

Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai turut menghadirkan pelaku UMKM yang telah sukses menembus pasar ekspor sebagai contoh nyata bagi peserta lainnya.

Langkah itu diharapkan mampu memotivasi pelaku usaha lokal agar lebih percaya diri mengembangkan bisnis hingga skala global.

“Kami ingin menunjukkan bahwa UMKM yang awalnya hanya bermain di pasar lokal pun bisa berkembang menjadi eksportir. Harapannya, pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi dan bisa ditiru oleh pelaku usaha lainnya,” katanya.

Lukman menegaskan, sinergi antara DJBC Jawa Timur II dan HIPMI Kota Malang tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata. Ke depan, kolaborasi tersebut akan diperkuat melalui program pendampingan berkelanjutan, pembinaan usaha, hingga fasilitasi akses ekspor bagi UMKM.

Sementara itu, Ketua Umum HIPMI Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, menyampaikan dukungannya terhadap kerja sama strategis bersama Bea Cukai Jatim II.

Menurutnya, sinergi tersebut sejalan dengan komitmen HIPMI dalam mendorong UMKM lokal agar semakin kompetitif di tengah persaingan pasar global.

Hendi menilai masih banyak pelaku usaha muda di Kota Malang yang memiliki produk potensial, tetapi membutuhkan pendampingan, akses pasar, serta keberanian untuk mulai menembus pasar ekspor.

“Kolaborasi ini penting agar UMKM tidak berjalan sendiri. HIPMI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat literasi ekspor, memperluas jejaring bisnis, dan mencetak lebih banyak eksportir baru dari Kota Malang,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan ekosistem kewirausahaan menjadi langkah penting agar UMKM tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing secara internasional melalui peningkatan kualitas produk dan kapasitas bisnis.

Dalam kesempatan yang sama, Lukman menjelaskan bahwa keberhasilan UMKM menembus pasar ekspor juga menjadi salah satu indikator kinerja di lingkungan Bea Cukai.

Karena itu, pihaknya terus membangun ekosistem pendukung dengan melibatkan berbagai instansi terkait, mulai dari pembiayaan, akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), pendampingan administrasi, hingga komunikasi perdagangan lintas kementerian dan akses pasar luar negeri.

Selain membantu proses administrasi dan dokumen ekspor, Bea Cukai juga menyediakan data negara tujuan potensial berdasarkan kebutuhan pasar internasional. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu UMKM menentukan produk unggulan sekaligus target pasar yang lebih tepat.

Meski peluang ekspor semakin terbuka, Lukman mengingatkan pentingnya menjaga kualitas produk secara konsisten agar mampu mempertahankan kepercayaan pasar global.

“Quality assurance dan quality control harus tetap dijaga. Pasar internasional sangat memperhatikan standar kualitas produk yang konsisten,” pungkasnya.

Example 300250
Example floating
PAGE TOP