Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Langit Malam Thursina Berguncang oleh Gema Takbir dan Semangat Para Santri

×

Langit Malam Thursina Berguncang oleh Gema Takbir dan Semangat Para Santri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

LIPUTANMALANG – Tak semua malam mampu meninggalkan jejak di hati. Namun malam Selasa, 26 Mei 2026, di lingkungan Thursina IIBS Kampus Putri, menjadi salah satu malam yang akan lama dikenang oleh para santri.

Di tengah udara malam yang syahdu menjelang Hari Raya Iduladha, gema takbir berkumandang begitu hidup—bukan sekadar suara, melainkan lantunan yang menyatukan hati, semangat, dan rasa syukur dalam satu irama yang sama.

Festival Gema Takbir yang digelar tepat pada malam sebelum pelaksanaan salat Id ini berlangsung penuh semarak dan kehangatan. Sejak sore hari, suasana kampus telah berubah menjadi lebih meriah. Santri dari berbagai angkatan tampak sibuk mempersiapkan penampilan terbaik mereka.

Ada yang menghias atribut kelompok, menyusun formasi, melatih kekompakan tabuhan, hingga memastikan lantunan takbir terdengar megah dan menggugah.

Dengan mengusung nuansa kebersamaan dan syiar Islam yang hangat, kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri bersama para murabbiyah. Turut hadir pula jajaran management serta CEO Thursina IIBS, Ustadz Nur Abidin, Ed.D yang menyaksikan secara langsung semangat para santri dalam memeriahkan malam takbiran tersebut.

Sejak acara dimulai, lapangan kampus dipenuhi energi yang begitu hidup. Sorot lampu, gema takbir, tabuhan rebana, dan yel-yel pendukung saling bersahutan menciptakan suasana yang tidak hanya meriah, tetapi juga menyentuh hati.

Setiap angkatan tampil membawa konsep kreatif masing-masing. Ada yang menghadirkan harmoni tabuhan penuh semangat, dan ada pula yang memadukan takbir dengan teatrikal yang sarat makna pengorbanan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Yang membuat malam itu terasa berbeda bukan hanya kemeriahan acaranya, melainkan semangat ukhuwah yang begitu terasa. Tidak ada sekat antara adik dan kakak kelas. Semua larut dalam gema kalimat “Allahu Akbar” yang berkali-kali dikumandangkan dengan penuh penghayatan.

Festival ini menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Ia berubah menjadi ruang bagi para santri untuk mengekspresikan cinta kepada syiar Islam dengan cara yang kreatif, penuh semangat, namun tetap sarat makna.

Tepuk tangan riuh berkali-kali terdengar setiap kali satu kelompok menyelesaikan penampilannya. Dukungan antarsantri pun berlangsung sportif dan hangat.

Setelah melalui penilaian yang cukup ketat dari dewan juri, akhirnya diumumkan para pemenang Festival Gema Takbir 2026. Sorak sorai langsung memenuhi area acara ketika nama para juara disebutkan satu per satu.

Juara pertama berhasil diraih oleh angkatan kelas 7 yang tampil penuh energi, kompak, dan kreatif dalam membangun suasana takbir yang menggugah. Sementara posisi juara kedua diraih oleh angkatan kelas 10 dengan konsep penampilan yang megah dan penuh penghayatan.

Adapun penghargaan Best Supporter diberikan kepada angkatan kelas 8 yang sejak awal hingga akhir acara menunjukkan semangat dukungan paling meriah dan solid.

Meski ada pemenang dalam festival tersebut, malam itu sejatinya menjadi kemenangan bagi seluruh keluarga besar Thursina IIBS. Sebab yang paling terasa bukan sekadar siapa yang membawa pulang juara, melainkan bagaimana seluruh santri mampu menghadirkan malam takbiran yang hidup, hangat, dan penuh makna.

Dalam suasana menjelang Iduladha yang identik dengan pengorbanan dan keikhlasan, Festival Gema Takbir ini menjadi pengingat bahwa syiar tidak selalu hadir dalam bentuk ceramah atau mimbar.

Kadang ia hadir lewat lantunan takbir yang dikumandangkan bersama, lewat kekompakan sederhana, lewat semangat para santri yang ingin memuliakan malam hari raya dengan cara terbaik mereka.

Malam itu, Thursina tidak hanya dipenuhi suara takbir. Ia dipenuhi rasa syukur, kebersamaan, dan kenangan yang kelak akan selalu dirindukan. Ketika acara berakhir dan gema takbir perlahan mereda, satu hal yang tertinggal di hati banyak orang adalah perasaan hangat bahwa mereka pernah menjadi bagian dari malam yang begitu indah.

Dan tepat keesokan paginya, saat takbir kembali berkumandang menyambut salat Iduladha, kenangan tentang Festival Gema Takbir itu masih terasa hidup—seolah malam sebelumnya telah menjadi pembuka yang sempurna untuk menyambut hari raya penuh berkah.

 

Oleh :

Meilina Husna Adiebah, S. Pd
Murobbiyah Thursina IIBS

Example 300250
Example floating
PAGE TOP